June 12, 2009
· Filed under Self
Sudah lama saya tidak post. Loading wordpress yang lama waktu add new post adalah salah satu alasannya, tidak mau menyisakan sedikit waktu untuk berpikir adalah alasan lainnya.
Sebentar lagi ada hajatan cukup besar bagi saya. Sebuah realisasi atas pilihan akan perubahan yang saya lakukan Januari kemarin saat semester dimulai. Setelah acara itu berakhir, kehidupan saya pun akan berada di sebuah babak baru. Semoga saja babak ini lebih besar, lebih mulia, dan lebih cemerlang. But before that, I have to end this chapter rightfully and beautifully.
June 12, 2009
· Filed under Self
What would you do if your dream shattered, you fall from heights, and hit the ground?
I’d bounce back…
Hard…
May 25, 2009
· Filed under Life
Kemarin ayah seorang teman berpulang. Walau saya tidak begitu dekat dengan teman saya ini, saya jadi ikut sedih membayangkan hal tersebut terjadi pada saya. Dan cepat atau lambat pasti akan terjadi.
Bagaimana rasanya kehilangan orang yang selalu ada untuk kita sejak kita lahir di dunia ini? Bagaimana rasanya ketika tidak ada lagi perhatian, omelan, dan kasih sayang yang selalu ada tadi? Hilang. Selamanya.
Saya bukan orang cengeng, tapi membayangkannya saja membuat saya mau menangis.
Hari ini teman saya yang lain, dalam statusnya di facebook, mengutarakan kerinduannya kepada ayahnya yang juga telah berpulang. Di bawahnya temannya berbagi pesan dari ibunya sebelum beliau pergi meninggalkannya. “Kapanpun inget atau kangen mama, berdoalah untuk mama,” katanya. Karena doa adalah satu-satunya penghubung bagi kita di dunia dan mereka yang di akhirat.
Semoga Tuhan melindungi mereka yang telah berpulang dan mereka yang ditinggalkan.
May 18, 2009
· Filed under Life
Sering saya mendengar seseorang mengejek fisik orang lain. Mungkin itu cara dia bercanda. Mungkin bagi dia itu lucu.
Ketahuilah bahwa seseorang tidak memilih dengan bentuk apa ia dilahirkan. Fisiknya adalah sepenuhnya pemberian Tuhan.
Maka apabila anda mengejek fisik seseorang, sesungguhnya anda mengejek Tuhan. Celakalah anda!
May 17, 2009
· Filed under Life
Orang tidak pernah jatuh tersandung batu besar.
Ya… Orang tidak pernah jatuh tersandung batu besar. Kerikil lah kecil yang melakukannya.
Batu besar diciptakan oleh Yang Maha Bijaksana bukan untuk menjatuhkan kita, namun sebagai tempat kita berpijak. Untuk meraih tempat yang lebih tinggi. Agar kita menjadi manusia yang lebih baik, lebih besar, lebih kuat, dan lebih mulia.
if you are big, i’m not falling. if you are small, i’m strong enough to come through.